Medan.
www.uisu.ac.id-FKIP UISU bersama Tim Peneliti Patologi Sosial UISU menghadiri  peluncuran buku sekaligus Bedah Buku dan Diskusi Buku “Tegar” karya Dr.dr. Umar Zein, SpPD, KPTI, DTM&H akhir  Maret lalu di Gedung Serbaguna HKBP Balige Jl. Gereja No. 17, Kabupaten Toba Samosir, Balige.
Acara yang mengangkat tagline “Stop Stigma & Diskriminasi”  bersamaan dengan peluncuran novel karya Umar Zein yang mengangkat kisah karakter utama bernama Tegar (samaran) berdasarkan pengalaman nyata sejak keduanya dipertemukan di RS Pirngadi sebagai dokter dan pasien. Kisah ini pun ditulis dalam bentuk cerita fiksi ilmiah setelah sebelumnya sudah ditulis dalam buku ilmiah. Upaya ini dilakukan sebagai kelanjutan dari Seminar Patologi Sosial di Kampus UISU bulan Januari tahun 2018 yang lalu dengan mengangkat isu yang sama.
“Novel Tegar ini mengisahkan tentang stigma dan diskriminasi terhadap anak penderita AIDS. Tujuannya adalah sosialisasi kepada pemerintah dan masyarakat agar tidak mengucilkan mereka.” ujar Umar Zein.
Acara tersebut dihadiri pula oleh aktivis HAM dan Anak, Arist Merdeka Sirait. “Apa yang bisa kita pelajari dari novel ini adalah telah terjadi gagal paham dalam masyarakat kita tentang nilai-nilai kemanusiaan.”kata Arist. Lanjut Arist, buktinya adalah diskriminasi terhadap anak-anak penderita HIV/AIDS, mereka selama ini dipandang hina, terkutuk, dan harus disingkirkan dari tengah-tengah masyarakat. “Persoalan sosial seperti yang dialami Tegar ini perlu dibenahi melalui sebuah langkah integrasi sosial dan komitmen bersama, baik masyarakat, penderita, dan stakeholder terkait agar hak mereka sebagai manusia kembali pada tempat yang seharusnya, ini yang harus dilakukan secara konkret sebagai komitmen bersama dan tanggung jawab kita semua,”ungkap pria ini.
Peluncuran novel Tegar ini sangat diapresiasi oleh civitas akademika UISU yang diwakili oleh Tim Peneliti Patologi Sosial UISU. “Walaupun dikisahkan dalam bentuk novel, namun tidak menghilangkan substansi dan fakta kepahitan hidup yang dijalani oleh anak-anak seperti Tegar, justru dapat mempertajam kepekaan dan memanggil hati nurani pembacanya serta memberi perspektif yang lebih manusiawi dalam memperlakukan anak-anak seperti Tegar. Inilah tujuan tim kami mengangkat isu tersebut melalui karya sastra pada tahun ini.” ujar Dahlena selaku ketua Tim Peneliti Patologi Sosial UISU.
Kontributor: Ahmad Muhajir
Redaktur : Topan Bilardo