Susanto adalah salah satu dosen di Fakultas Sastra, Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan. Dia lahir tanggal 3 Mei 1977 di Medan, Sumatera Utara dari pasangan keluarga Saman dan Ponimah. Dia anak ketiga dari empat bersaudara. Saat ini dia menempuh pendidikan Program Doktor (S3) di English and Foreign Languages (EFL) University, Hyderabad, India. Dia sekarang sedang menyelesaikan disertasinya di bidang Linguistik dan Fonetik. Di universitas yang sama, istrinya, Deri Sis Nanda, juga menempuh pendidikan Program Doktor (S3) di bidang Sastra Inggris.

 

Sebagai seorang ilmuan dalam bidang studi yang ditekuninya, Susanto berusaha memberikan dedikasi, integritas dan profesionalisme. Hal ini dapat dilihat dari kiprahnya yang aktif di tingkat nasional dan internasional dalam bidang keilmuan dan organisasi professional seperti: Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI), Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional (I-4), Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India, Konsorsium Masyarakat Indonesia, Research Group of Typological Study on the Use of Particles in Asian Languages, Foundation of Endangered Languages (FEL) di Inggris, Research Group of Systemic Functional Study on Javanese Ngoko and Javanese Indonesian Intonation, Special Interest Group on the Lexicon of the Association for Computational Linguistics (SIGLEX), International Systemic Functional Linguistics Association (ISFLA), dan Research Group of Social Study on Empowering Local Wisdom in Indonesia.

Memajukan komunitas ilmuan di Indonesia dan Luar Negeri

Sebagai seorang ilmuan, Susanto aktif dalam berbagai kegiatan untuk memajukan komunitas ilmuan baik di Indonesia maupun di luar negeri seperti dalam kegiatan workshop dan seminar. Di Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI), sebuah organisasi profesi untuk pendidik dan ilmuan bahasa di Indonesia yang berkedudukan di Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika Atma Jaya – Jakarta, Susanto pernah memberikan workshop mengenai PRAAT, sebuah perangkat lunak untuk menganalisa data suara. Dalam workshop tersebut, Susanto memberikan pelatihan kepada pendidik dan ilmuan bahasa tentang PRAAT yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian bahasa dan sekaligus juga untuk pengajaran bahasa.

 

Susanto juga aktif dalam Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional (I-4) sebagai Koordinator LO Kluster Ilmu Sosial. Salah satu kegiatan I-4 adalah mempertemukan ilmuan-ilmuan Indonesia yang tersebar di luar negeri dengan ilmuan-ilmuan Indonesia di dalam negeri. Acara tersebut di selenggarakan di Kementrian Pendidikan Nasional dan Istana Wakil Presiden Republik Indonesia Jakarta. Beberapa ilmuan tersebut juga menjadi bintang tamu dalam acara telivisi Kick Andy.

Selain itu, Susanto juga aktif dalam kegiatan Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional (I-4) di luar negeri misalnya di Mesir dan dalam berbagai kegiatan Perhimpunan Pelajar Indonesia di India sebagai bentuk komitmen terhadap kegiatan ilmuan. Di Kairo – Mesir, Susanto menyajikan makalah yang berjudul ‘Pereduksian Aksi Terorisme dengan Filosofi Gandhi’ dalam Workshop Internasional dan Sosialisasi Ikatan Ilmuwan  Indonesia Internasional. Di New Delhi – India, Susanto menyajikan makalah yang  berjudul ‘Language as a Means for Promoting Fraternity between Indonesia and India: A Study of Language as Semiotic System’ dalam International Seminar on Indonesia – India Culture: “A quest for fraternity”.

Susanto, juga pernah diundang memberi kuliah tamu di UNIVERSITAS HALUOLEO, Kendari. Dia menyajikan materi tentang “Kemampuan Berbahasa Asing sebagai Salah Satu Kunci Sukses Meraih Beasiswa”. Selain itu, Susanto juga pernah memberikan kuliah umum dalam Simposium Internasional PPI se-Dunia yang diselenggarakan di Jawaharlal Nehru University (JNU), New Delhi. Simposium tersebut dihadiri oleh 54 delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dari 23

negara. Dalam simposium itu turut hadir Mendikbud, Bapak M. Nuh. Di lain kesempatan, perwakilan delegasi PPI se-Dunia yang mengikuti acara simposium tersebut juga bertemu dengan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah acara di Kedutaan Besar RI di New Delhi India. Topik kuliah umum yang disampaikan Susanto adalah: “Peluang Kontribusi Pelajar-Pelajar Indonesia di Luar Negeri untuk Akselerasi Kemandirian Teknologi di Tanah Air”.

Berkiprah dalam ilmu bahasa dan sastra di tingkat internasional

 

Ilmu bahasa dan sastra yang diperoleh Susanto mulai dari pendidikan formalnya di Fakultas Sastra UISU membawanya terus untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu tersebut di tingkat internasional. Di EFL University, Hyderabad, tempat studi S3-nya, dia sering memberikan presentasi di depan para research scholar lainnya.

Di India dan negara-negara lain, Susanto juga aktif  dalam menyajikan karya-karya ilmiahnya di bidang sastra dan bahasa. Tahun 2008, dia mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul ‘Thematic Structure and Theme Variation in the Language of Javanese ‘Ludruk’ di International Systemic Functional Congress Macquarie University Sydney, Australia. Dan tahun 2009, Susanto menyajikan karya ilmiah yang berjudul ‘Verbal Group in Indonesian’ di International Systemic Functional Congress Tsinghua University Beijing, China dan karya ilmiah yang berjudul ‘Phonetic Features of English Spoken by Indonesian: A Systemic Functional Orientation’ dalam seminar ‘Phonetics and Spoken English’ di University of Hyderabad, India.

Kemudian di tahun 2010, Susanto bersama Prof. William Greave, Dr. Bradley Smith, Dr. Meena Debashish dan Dr. Bernaddette memberikan workshop ‘Intonation and Grammar in English’ dalam International Congress of English Grammar (ICEG) Kongu Engineering College di Tamil Nadu, India. Di dalam kongres itu juga dia menyajikan karya ilmiah yang berjudul ‘Tonicity in English and Indonesian Declaratives Spoken by Indonesian: An SFL Approach’.

 

Di tahun 2011 dalam International Systemic Functional Congress Lisbon, Portugal, Susanto menyajikan dua karya ilmiah. Yang pertama berjudul ‘Mood System in Bahasa Indonesia’ dan yang kedua berjudul ‘Harus in Pramoedya’s Bumi Manusia: Modality in Indonasian Literary Works’ (co-author dengan Deri Sis Nanda). Di tahun yang sama Susanto juga mempresentasikan karya ilmiah yang berjudul ‘Instrumental Analysis on Rhythm: A systemic functional orientation in the study of phonetics’ dalam International Conference on Sino-Tibetan Languages & Linguistics di Mysore, India. Di tahun 2012, Susanto mempresentasikan karya ilmiahnya tentang Forensik Speaker Identification (FSI) yang berjudul: “Investigating Stable Vowels in Bahasa Indonesia Spontaneous Speech: A study in forensic phonetics” dalam International Conference International Association of Forensic Linguists (IAFL) di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.

Prestasi dan Publikasi Akademik

 

Prestasi Susanto sudah terlihat sejak awal pendidikannya. Untuk tingkat Sekolah Dasar se-Kotamadya Medan, Susanto telah ditunjuk untuk mewakili SD Budisatrya untuk tampil dalam Kompetisi Cerdas Cermat yang disiarkan melalui Telivisi Republik Indonesia (TVRI) Medan. Kemudian di SMP Negeri 15 Medan, dia menjadi salah satu tamatan terbaik dengan nilai 10 pada mata pelajaran Matematika dalam Nilai Ebtanas Murni (NEM) dan dan juga nilai 10 pada mata pelajaran Matematika dalam Surat Tanda Tamat Belajar (STTB). Di STM Negeri 2 Medan, dia mendapat beasiswa Supersemar  selama dua tahun berturut-turut yaitu tahun 1994 dan 1995 karena dalam dua tahun akademik tersebut dia menjadi juara umum untuk jurusan Elektronika Komunikasi. Kemudian di Fakultas Sastra UISU dia juga mendapat penghargaan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Sastra UISU dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Cum Laude di tahun 2002.

 

Susanto mulai mengembangkan kariernya sebagai akademisi sejak mengajar di Fakultas Sastra UISU tahun 2002. Selain itu dia aktif dalam memberikan pelatihan Bahasa Inggris untuk pegawai dan dosen UISU seperti pelatihan di Fakultas Pertanian UISU dan di lingkungan Rektorat UISU. Kemudian dia juga aktif memberikan pelatihan English Proficiency dan TOEFL di beberapa institusi di Sumatera Utara seperti BBC Learning Centre, Harian Waspada, Bank Nasional Indonesia, Bank Indonesia, Dinas Kesehatan, Akademi Fisioterapi Dr. Rusdi, LP3I, Politeknik Kesehatan Gizi, PT. DWIPA MEDAN dan PT. Jasa Marga.

 

Dalam aktifitasnya sehari-hari, Susanto dituntut untuk bekerja keras dan cerdas. Ini adalah konsekwensi dari komitmennya untuk berkontribusi aktif di bidang ilmu yang ditekuninya. Usaha-usaha Susanto membuahkan hasil yang cukup signifikan. Tahun 2003 dia mendapat beasiswa dari Fasas UISU untuk melanjutkan studi S2 di Linguistik Terapan Bahasa Inggris, UNIMED Medan. Tahun 2005, dia mendapat beasiswa dari Pemerintah India melalui program ICCR untuk studi S2 di Central Institute of English and Foreign Languages, Hyderabad. Dan di tahun 2008, melalui program yang sama dia mendapat beasiswa untuk studi S3 di English and Foreign Languages University, Hyderabad. Di awal masa studi S3 di tahun 2008, Susanto mendapat beasiswa dari ISFC35 untuk belajar di Winter Institute yang diselenggarakan oleh Macquarie University dan University of New South Wales, Sydney-Australia. Dan di waktu yang bersamaan dia juga mendapat travel grants untuk mempresentasikan karya ilmiah di ISFC35 di Macquarie University, Sydney. Tahun 2009, dia kembali mendapatkan beasiswa ISFC untuk mempresentasikan karya ilmiah di ISFC36 di Tsinghua University, Beijing-China. Tahun 2010, Susanto mendapat travel grants dari EFLU untuk menyajikan karya ilmiah di ISFC37 di Vancouver-Kanada dan tahun 2011, dia kembali mendapat travel grants dari EFLU untuk presentasi karya ilmiah di ISFC38 di Lisbon-Portugal.

 

Susanto di luar negeri dalam aktifitasnya selalu memotivasi masyarakat Indonesia untuk terus semangat dalam belajar, bekerja dan meraih prestasi. Salah satu kegiatannya adalah bergabung menjadi pembawa acara di Radio PPI Dunia, sebuah radio online streaming yang digagas oleh Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia Luar Negeri. Di radio tersebut, dia membawakan acara khusus “Bahasa Jiwa”. Di dalam acara itu, Susanto membacakan kisah-kisah yang dikirim oleh mahasiswa Indonesia di seluruh negara di Asia, Afrika, Australia, Eropah dan Amerika tentang perjuangan, kesuksesan belajar dan refleksi hidup. “Mari kita berikan yang terbaik dari apa yang kita punya dan kita lakukan yang terbaik dari apa yang kita bisa dalam meraih prestasi demi Indonesia yang lebih cemerlang,” itulah yang sering diucapkan Susanto dalam acara Bahasa Jiwa yang diasuhnya.

Dengan berbagai prestasi yang berhasil diraihnya dan berbagai kegiatan kemahasiswaan yang dilakukannya, di akhir tahun 2011, Susanto mendapat penghargaan Ambassador Awards for Excellence 2011 dari Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi atas prestasinya di bidang pendidikan dan pengabdiannya untuk generasi muda Indonesia. Kemudian, di awal tahun 2012, Vice Chancellor EFL University memberikan penghargaan kepada Susanto atas prestasinya yang telah berhasil mempresentasikan karya ilmiah di seminar tingkat internasional dan dia dianggap telah mewakili universitas dan membawa nama universitas di dunia internasional

Berita tentang penelitian dan prestasi Susanto dipublikasikan oleh berbagai media baik nasional maupun internasional seperti IANN News London, Yahoo News, Republika Online News,  ANTARA London, Star Media, Medan Bisnis International, Harian Andalas, Investor Daily Indonesia dan Indonesia Berprestasi. Majalah Paras di Jakarta juga pernah mewawancarai Susanto sebagai profil tokoh yang diterbitkan dalam edisi Desember 2011. Dalam wawancara tersebut dia bercerita banyak tentang penelitian bahasa dan potensinya di masa depan. Susanto juga terpilih menjadi salah satu ilmuan “Diaspora Indonesia – Jaringan Anak Negeri Hebat di Mancanegara” (SWA EDISI 18/2012).

Saat ini, selain sibuk menulis disertasi dalam program doktornya, Susanto juga sedang menyelesaikan buku-bukunya yang berjudul ‘Mengawali Kajian Fonetik Akustik dengan PRAAT’, ‘Bahasa Jiwa Penginspirasi Bangsa’ dan ‘Goresan Pena Susanto di Tanah Gandhi’. Prestasi-prestasi yang telah diraih Susanto sebagai alumni dan dosen FASAS UISU adalah salah satu bukti nyata keseriusan seluruh civitas akademik UISU dalam mengantarkan para peserta didiknya ke arah kompetensi profesional di era global. Dan ini menjadikan UISU sebagai pilihan yang lebih baik dan terbaik bagi masyarakat di Sumatera Utara khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Selain itu UISU juga menjadi tempat tujuan yang diminati bagi mahasiswa luar negeri untuk menuntut ilmu. Dalam berbagai kesempatan, Susanto selalu menunjukkan sikap optimis dan terus mengajak untuk memberikan dan melakukan yang terbaik demi terwujudnya kesuksesan dan kualitas UISU yang luar biasa. Dia yakin bahwa ilmu, iman dan amal suci adalah lukisan indah yang telah dan akan selalu bermekaran di kampus UISU. Dia mengajak untuk selalu bergiat dalam membangun dan membina UISU dalam menyebarkan ilmu pengetahuan demi kemajuan Negara dan Agama. Hiduplah UISU dan Jayalah selalu UISU.***