Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin (lima dari kanan), Ketua Pembina, Raja Muda, Ketua Yayasan Prof. Ismet menyaksikan pemotongan hewan kurban, di kampus Jalan SM Raja Medan, Senin (12/8).

Civitas Akademika Universitas Islam Sumatera Utara, Yayasan dan KAHMI UISU menyembelih 21 ekor hewan kurban, terdiri dari 18 lembu dan 3 ekor kambing,  Senin (12/8) di halaman kampus Jalan SM Raja Medan. Hewan kurban yang disembelih dibagi-bagikan kepada ratusan warga sekitar kampus serta pegawai UISU.

Penyembeliahan hewan kurban disaksikan Rektor UISU, Dr. H.Yanhar  Jamaluddin,MAP, para Wakil Rektor, Ketua Umum Pembina Yayasan UISU Oesman Hamdi Delikkan Alhajj, Ketua Yayasan UISU Prof. Dr. Ismet Danial Nasution, Sekretaris Indra Gunawan, para Dekan dan Wakil dekan, dosen dan pegawai di lingkungan UISU.

 “Pemotongan hewan kurban kita lakukan  setiap tahun pada Idul Adha,”kata Rektor, seraya menyatakan rasa optimisnya bahwa tahun depan jumlah  peserta kurban dari UISU akan meningkat.

Dijelaskannya bahwa salah satu hikmah di balik berkurban adalah melatih kita untuk memiliki sikap kepedulian sosial. Kita yang selama ini memiliki kelebihan harta maka sudah seharusnya menyisihkan sebagian untuk dikorbankan dalam wujud binatang ternak untuk kemudian dagingnya akan dikonsumsi oleh banyak orang yang membutuhkan.

Rektor mengatakan, berkurban berarti  melatih diri untuk menjadi dermawan. Seseorang yang menjadi pribadi yang dermawan perlu dilatih hingga menjadi kebiasaan. Menjadi dermawan dalam kebaikan sangat baik dan banyak manfaatnya. Untuk bisa menjadi dermawan perlu di latih terus-menerus dan tidak hanya sekali dua kali saja melainkan terus dilakukan hingga menjadi kebiasaan. Jika kita sudah sering bersedekah harta mungkin bisa di tingkatkan dengan berqurban di waktu hari raya idul adha.

Kemudian, meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Berkurban adalah salah satu perintah Allah yang jelas dicantumkan di Al-qur’an. Ibadah kurban akan menjaga bahkan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Sehingga kita akan memiliki iman yang semakin kuat dan tidak mudah mengikuti hawa nafsu.

Berkurban juga sebagai bekal pahala di hari akhir. Tentu saja ibadah kurban akan menjadi amal baik yang akan dicatat oleh malaikat. Ibadah kurban yang semata-mata ikhlas dilakukan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah akan mendapatkan pahala yang setimpal. Pahala inilah yang nantinya akan menyelamatkan kita di hari akhir kelak.(rasyid)